Mungkin
diantara kalian masih ada yang bertanya-tanya apa maksud dari judul tulisan
ini. Oleh sebab itu saya akan memberitahukan terlebih dahulu apa maksud dari “Manusia dan Kehidupan”. Kalian semua
pasti sudah tahu kalau kehidupan manusia itu pasti bermacam-macam. Saya sengaja
mengambil judul seperti ini karena dalam “Manusia
dan Kehidupan” mencangkup tentang “Manusia dan Cinta Kasih”, “Manusia dan
Keindahan”, dan “Manusia dan penderitaan”.
1.
Manusia
dan Cinta Kasih
Cinta kasih pada manusia sebenarnya
bermacam-macam, ada cinta kasih antara manusia dengan Tuhannya, cinta kasih
antara sesama manusia, ataupun cinta kasih manusia terhadap alam dan
lingkungannya.
Cinta kasih antara manusia dengan
Tuhannya yang saya maksudkan adalah dapat dilihat dalam kehidupan ini. Salah
satunya adalah alam yang kita huni sekarang ini adalah ciptaan Tuhan, karena
Tuhan mencintai dan mengasihi makhluk hidup yang ada di bumi ini oleh karena
itu Tuhan tidak hanya menciptakan Bumi tetapi beserta isi-isinya agar kita
semua dapat menjalani kehidupan di Dunia ini. Oleh karena itu apabila kita
sebagai umat manusia kita harus mencintai dan mengasihi Tuhan kita dengan
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.
Sedangkan cinta kasih antara sesama
manusia dapat kita lihat sendiri seperti Ibu yang mencintai anaknya. Kasih
sayang dan cinta ibu kepada anaknya itu tidak ada batasnya, mungkin kalian
sudah tidak asing lagi dengan lagu ini “Kasih ibu kepada beta tak terhingga
sepanjang masa, hanya member tak harap kembali”. Dari penggalan lagu tersebut dapat kita lihat bahwa kasih
seorang ibu itu tidak ada batasnya dan dia juga tidak mengharap apa-apa. Oleh
sebab itu apabila kita mencintai dan mengasihi orang tua kita patuhilah apa
yang dikatakan olehnya.
2.
Manusia
dan Keindahan
Menurut saya keindahan itu adalah
sesuatu yang dapat membuat kita merasa kagum, senang, dan nyaman apabila
melihatnya. Misalnya saja keindahan alam, banyak orang-orang yang mengagumi
akan keindahan alam bahkan ada yang mengabadikannya dengan mengambil gambar
atau foto tempat-tempat ataupun pemandangan yang indah tersebut. Tetapi kalau
bagi saya keindahan sebenarnya adalah membuat orang-orang yang ada di sekitar
saya tersenyum ataupun tertawa bahagia dan keindahan lain adalah apabila
melihat orang tua tersenyum ataupun menangis bahagia dengan apa yang telah saya
capai.
3.
Manusia
dan Penderitaan
Siapapun pasti tidak ingin merasakan
apa itu penderitaan, tetapi masih banyak orang di luar sana. Misalnya saja
orang yang menderita penyakit HIV/AIDS. Di kehidupannya selain dijauhi oleh
orang-orang sekitarnya dia juga pasti sangat menderita karena penyakit yang
dideritanya itu toidak dapat disembuhkan. Sebenarnya tidak hanya itu saja,
masih banyak orang-orang yang menderita lainnya, seperti saudara-saudara kita
yang sulit mendapatkan air bersih dan makanan. Tetapi dibalik penderitaan itu
mungkin Tuhan telah merencanakan sesuatu kepada mereka, seperti pada pribahasa “Berakit-rakit
ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang
kemudian”. Mungkin saat ini menderita tetapi apabila kita mau berusaha
maka kita akan mendapatkan kebahagiaaan suatu saat nanti.
Saya akan sedikit bercerita, maaf
apabila cerita yang akan saya sampaikan nanti membuat kalian semua merasa bosan
saat membaca karena memang saya bukan seorang penulis. Disini saya hanya
menyampaikan apa yang ada di dalam otak saya.
Selamat membaca!
Ini adalah kisah seorang lelaki atau
sebut saja dia M. Kalau dilihat dari segi penampilan si M ini kurang menarik
atau dapat dikatakan biasa-biasa saja. Tetapi penampilan bukanlah hal yang
mesti diperhatikan dalam pertemanan, yang terpenting adalah sikap. Apabila kita
memiliki sikap yang baik kepada siapa saja pasti banyak orang yang mau berteman
kepada kita.
Di kelas si M dianggap pintar oleh
teman-temannya yang padahal menurut dirinya sendiri dia tidak pintar, bahkan
mendapat peringkat 10 besar di kelas saja belum pernah. Dalam prinsip hidup si
M “Saya
hanya menerima kritikan atau masukkan daripada pujian”. Karena menurut
dia apabila dia menerima pujian itu hanya akan membuat dirinya menjadi sombong
sehingga timbul rasa cepat merasa puas dengan apa yang didapat, tetapi apabila
dia menerima kritikan atau masukkan itu diangganya adalah sebuah motivasi untuk
menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Sewaktu di SMA dia mulai mengenal
yang namanya game online, disinilah dia mulai mengalami penurunan atau malas
dalam hal belajar. Apabila M diperintahkan orang tuanya untuk belajar dia selalu
manjawab “nanti”. Mungkin karena dia tidak menuruti orang tuanya yang selalu
mengingatkan dia untuk belajar, saat kelulusan SMA dia hanya mendapat nilai
yang tidak terlalu bagus atau pas-pasan. Bahkan pada saat tes masuk PTN dia
juga gagal atau tidak diterima di PTN yang dia pilih itu.
Pesan: “Patuhilah orang tuamu karena doa mereka
akan sangat memberikan arti untuk anaknya” dan “Jangan pernah meremehkan atau menganggap mudah apapun”.
|
Ceritanya masih belum selesai, silahkan lanjutkan membaca!
Nah, di sini
mulai masuk ke dalam kisah percintaan si M.
Di dalam
percintaan si M ini mungkin dapat dikatakan menyedihkan, karena mungkin dia
tidak memiliki wajah yang tampan seperti teman-temannya (walaupun tidak semua
temannya tampan).
Dalam kisah percintaannya dia hanya
berani menyukai seorang wanita tetapi tidak berani untuk mengungkapkannya.
Mungkin karena dia kurang Percaya Diri dengan wajahnya yang kurang tampan
tersebut. Sewaktu SMA dia pernah menyatakan perasaannya atau kata lainnya
adalah nembak seorang wanita, dan dia ditolak. Mungkin itu juga yang membuat
dia tidak berani nembak lagi apabila dia menyukai seorang wanita.
Tetapi
semuanya berubah sejak dia masuk Perguruan Tinggi, dia mulai berani berkspresi
tidak canggung lagi dihadapan wanita. Saat di Perguruan Tinggi dia memiliki
pasangan atau disebut juga pacar yaitu P. Dia pernah bertanya ke pacarnya itu
kenapa dia mau menerima si M ini. Menurut si P, M itu adalah sosok seorang
lelaki yang sopan terhadap wanita, menghargai seorang wanita, dan dapat membuat
si P itu merasa nyaman apabila berada di dekat M.
Pesan: Jangan pernah
menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja atau orang-orang sekarang
menyebutnya “Don’t judge a book by the cover”. Misalkan saja buah dari luar
tampak menarik dan bagus ternyata isinya busuk, begitu juga sebaliknya dari
luar tampak kurang menarik tetapi isinya bisa saja lezat luar biasa.
|
Sekian cerita
yang saya tuliskan tersebut, sebenarnya masih banyak sekali yang ingin saya
tuliskan tetapi sulit untuk mengeluarkan atau menyampaikannya dalam bentuk
tulisan. Mungkin cerita yang saya buat tersebut kurang bagus karena saya tidak
pandai dalam mengarang dan entah tulisan tersebut berbobot atau tidak, tetapi
hanya inilah yang dapat saya tuliskan karena memang sebenarnya saya tidak
pandai dalam hal menulis. Semoga saja ada sisi baik yang dapat diambil dari
tulisan saya tersebut. Terima Kasih!







0 komentar:
Posting Komentar